Inspiration


Welcome
Annyeong Haseyo


Hello! Welcome to My Inspiration Blog. Thanks for visiting here

Tagboard
Prints Your Foots

  • Your Name Not Anonym
  • Your Url Blog Not Email
  • Don't Making Crush Here

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
    YOUR CBOX CODE HERE
    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

    Thank You
    Smart Creatives

    Template Alina
    Coding Azzahra
    Big help
    The Best View is Google Chrome
  • Cerpen Buku Misterius
    Minggu, 05 Januari 2014 | 2 Comments

    Ini cerpen pertamaku. Judulnya buku Misterius, Selamat Membaca!


    Namaku Linda. Aku sekolah di Story Schools. Kami hanya membaca dan mengarang cerita.
       Kali ini aku dan sahabat-sahabat ku berlibur di vila. Semoga tidak menyeramkan.

    ***

    "Berangkat sekarang yuk"
    Ajak Jane

    "Yuk"
    Sahutku

    Dalam Perjalanan, kami pun bercerita..

    "Vila itu kayaknya serem deh"
    Ajakku membuka topik pembicaraan

    "Iya sih, tapi bagaimana kalo kita selidiki?"
    Tanya Lila

    "Tapi aku takuut.."
    Pekik Nada

       Nada memang penakut, tapi kepintarannya luar biasa. Dan? Ia memiliki kemampuan supranatural, tapi sayangnya ia penakut.

    Kami mengobrol dan...

    "Eh vilanya ini ya, ma?"
    Tanyaku pada mamaku

       Aku lupa bertanya kalo aku diantar papa dan mamaku.

    "Iya, sayang"
    Jawab mamaku

       Kami pun turun dari mobil, dan menghampiri vila tersebut.

    "Assalamu 'alaikum"
    Ucapku

       Kami pun masuk kedalam vila tersebut. Mewah sih, tapi kelihatan angker.
       Karena rasa takut dan penasaran, kami memilih untuk sekamar. Untungnya kasur itu bertingkat. Tapi sayangnya, ada yang harus tidur sendiri, dan kasur diatasnya, kosong.
       Itu karena kita berlima. Tapi siapa ya kira2 yang mau? Ah, sudahlah.

    "Hei, ada buku nih!"
    Seruku

    "Mana, mana?"
    Tanya Lila

    "Ini!"
    Jawabku sambil mengangkat buku itu

    Buku ini agak tebal. Kami pun membukanya dan membacanya. Aneh. Sangat aneh.

    Tulisan didalamnya adalah :

    "Kamu telah membuka buku ini. Bila kamu berjumlah ganjil, bersiap-siaplah. Kalian masing-masing akan mempunyai kembaran yang dapat menipu teman-teman yang lain. "

    "Aneh. Bagaimana maksudnya ya?"
    Tanya Geby

    "Aku juga bingung. Tapi aku juga takut. "
    Jawabku

       Kami membuka halaman demi halaman, dan menemukan tulisan lagi.

    Tulisannya berikut ini :

    "Salah satu diantara kalian akan dimulai sebentar malam."

    "APAAAA??!?"
    Teriak Jane

    "Bagaimana ya? Ah, sudahlah. Jangan dihiraukan. Makan siang yuk"
    Ucapku

       Kami pun segera berlari ke meja makan. Dan mengeluarkan kotak makanan. Geby tidak membawa kotak makanan, jadi ia menggoreng nugget yang dibawanya.
       Nyam.. Nyam...

    ***

       Aku merebahkan diri di kasurku. Aku dikasur bawah, diatasku Jane.
       Di kasur kedua yaitu Nada di bagian bawah, sedangkan Geby bagian atas.
       Dan Lila? Ia tidur sendiri di kasur ketiga, tepatnya bagian bawah. Lila memang pemberani, ia juga sangaat tomboi.
       Kami sibuk dengan kegiatan masing. Aku bermain tab, Jane menonton TV sampai tertawa terbahak-bahak, Nada sibuk dengan laptop, Geby membaca novel, dan Lila bermain bola di halaman.

    ***

    "Eh, makan malam yuk!"
    Ajakku

    "Ayo"
    Sahut mereka

       Setelah makan kami mencuci piring masing-masing. Setelah itu kami bermain lagi. Bosan bermain sendiri-sendiri, kami bermain permainan tangan. Macam-macam deh pokoknya.

    #Jam09.00#

    "Ngantuk nih, udah mau tidur belum?"
    Tanyaku

    "Tidur sekarang deh, huahhmm"
    Jawab Jane sambil menguap

       Kami pun tidur.
    Zzz...Zzz..

       Aku terbangun dari tidurku. Aku ingin ke toilet. Glek, aku sangat kebelet.
       Aku melihat Geby juga ke toilet. Tapi aku cepat-cepat masuk ke toilet.
       Fiuhh... Lega..

       Karena ketakutan, aku menyalakan TV sementara. Aku juga ingin minum air putih.
       Setelah itu, aku masuk kekamar. Dan apa yang terjadi? Geby masih tidur di kasur atasnya. Aku pun bertanya kepadanya.

    "Geb, kamu tadi dari toilet?"
    Tanyaku padanya

    "Nggak tuh. Kamu ngayal ya?"
    Jawab Geby

       Glek. Lalu siapa yang kekamar mandi tadi?

    "Eh, aku bener ya, lihat kamu kok! Tapi kamu diam seribu bahasa!"
    Seruku

    "Aku kan bilang nggak, aku jujur! Ngapain bohong? Aku nggak pernah ke toilet, KECUALI TADI SIANG. Ngerti?"
    Jawab Geby panjang lebar

    "I.. Iya..."
    Ucapku merinding

       'Aku takut. Lalu tadi itu siapa? Apakah ini berhubungan dengan buku misterius itu? Ah, sudahlah, besok saja kita lihat'
    Batinku

    Zzz..Zzz..

    ***
    #KeesokanHarinya#

    "Jane, kamu tahu nggak, tadi malam, aku melihat Geby ke kamar mandi, tapi pas aku masuk ke kamar dia masih tidur. Aneh kan?"
    Ceritaku pada Jane

    "Iiihh, itu mah bukan aneh, tapi sereenmm..."
    Kata Jane

    "Tapi.... Eemm... Menurutku itu berhubungan dengan..."
    Belum selesai Nada bicara, tiba2..

    "Buku misterius itu!"
    Pekikku bersamaan dengan Jane

    "Yaa, itu.. Benar.."
    Jawab Nada

    "Selidiki aja!"
    Ajak Lila

    "Tapi....Nada?"
    Tolakku

    "Enggak apa-apa kok"
    Jawab Nada

    "Yaudah"
    Ucapku

    ***

       Kami pun kekamar untuk mengambil buku tersebut. Dan tulisan seperti ini muncul dengan sendirinya.

    Ini tulisannya :

    "Satu diantara kalian akan mendapatkannya sebentar. Satu diantara kalian sudah mendapatkannya."

    "Heh, berarti bener dong?"
    Tanyaku

    "Eh, iya"
    Jawab Geby

    "Aduh, aku dag-dig-dug nih, siapa sih?"
    Tanya Jane

    "Mana kutahu,"
    Jawabku

    "Sudah deh,"
    Ucap Geby

       Kami pun beranjak untuk makan pagi. Tadi baru jam 07.00. Sekarang jam 08.00.

    ***

    "Teman-teman, aku mau naik ke lantai atas dulu deh. Kalian mau ikut?"
    Ajak Lila

    "Nggaakk..."
    Tolak kami semua

       Lila pun sampai di lantai atas.

    "Ah, begini gak serem, apanya sih yang serem?"
    Kata Lila

       Tiba-tiba...

    "Lila"
    Panggil seseorang

    "Hah? Eh, Jane, katanya gak mau ikut,"
    Jawab Lila

    "Tadi mau kok"
    Kata Jane

    "Oh. Yaudah. Tapi aku mau turun sekarang. Bye!"
    Ucap Lila

       Lila pun turun dari tangga tersebut. Tetapi ada sesuatu yang aneh.

    "Kenapa.... Kok... Lho.... Kenapa...... Ke...Napa... Jane ada disini??"
    Ucap Lila terbata-bata

    "Heh? Aku memang disini kok!"
    Jawab Jane

    "Masa sih.... Tapi tadi kan, kamu ada diatas... Tadi kan kamu yang manggil aku... Terus aku nanya,
    ' Heh? Katanya tadi gak mau naik? '
    Terus kamu menjawab,
    ' Tadi mau kok '
    Kamu menjawab, memanggil tanpa tanda titik, koma, ataupun seru! Tapi... Apa benar kamu tadi hanya dibawah??"
    Tanya Lila bercerita panjang lebar

    "Iya! Bener kok! Aku gak kemana-mana! Tanya aja sama Linda!"
    Antusias Jane

    "Linda, bener gak, tadi waktu aku naik, Jane ada disini?"
    Tanya Lila padaku

    "Iya, benar."
    Jawabku

    "Be.. Berarti.... Itu... Haah... Ya, tidak apa-apa...."
    Ucap Lila

    "Yah, begitulah...."
    Pendapatku

    "Coba kita lihat lagi buku itu."
    Ajak Lila

       Kami pun masuk kekamar.

    "Tulisan Lagi!"
    Ucapku

    Bunyinya seperti ini :

    "Aku lupa memperkenalkan diriku pada kalian. Oh ya, kalau kalian berani, panggil saja aku penggenap. Aku adalah penghuni villa ini. Kalian kan, pernah kesini, dan mengalami kejadian aneh. Masih ingat? Aku akan ceritakan.
    Waktu itu, kalian menginap disini. Masih kecil, kelas 1 SD. Dan kalian masih bertujuh.
    Orangtua kalian ikut. Ada sebuah kamar diatas. Ibu salah satu teman kalian melarang untuk naik kesana. Entah kenapa. Tapi dia hanya menghiraukan larangan tersebut. Ia pun naik keatas, bersama teman yang satu lagi. Kamar itu adalah kamar milikku. Teman kalian itu, menggedor-gedor pintu, padahal, terkunci. Teman kalian itu pun menembus pintu. Dan setelah mereka berdua pulang dari villa ini, mereka lenyap. Entah kecelakaan, ataupun sakit parah. Jika kalian tidak ingin kehilangan teman kalian, kalian harus memberanikan diri melewati diriku yang menyamar menjadi salah satu dari kalian, dan itu terjadi bila ada salah satu dari kalian berpergian sendiri. Tiga lagi yang harus kalian lewati. Satu hal yang kuperingatkan pada kalian yaitu JANGAN PERNAH MEMAKAI KEKUATAN SUPRANATURAL DI VILLA INI!
    Jika kalian melanggarnya, kalian akan mendapat suatu kutukan. Satu lagi yang kuperingatkan. JANGAN PERNAH TINGGAL SENDIRI DI VILLA INI!!!
    Jika beberapa dari kalian meninggalkan villa ini, dan menyisakan salah satunya, aku akan mengambil tubuhnya. Dan arwahku akan disana selama-lamanya. Jangan masuk kekamar diatas. BERBAHAYA!
    Dan Jika kalian ingin berbicara padaku, datangalah kekamar bawah, di dekat televisi. Tapi jangan dengan berjumlah ganjil! Aku sangat membenci angka ganjil!
    Berhati-hatilah. Kalian akan mendapatkan tipuan-tipuan seperti darah, pisau, dan lain-lain. Pada salah satu tipuan tersebut ada yang asli. Ciri2nya yaitu mempunyai cahaya disekelilingnya. Jangan pernah berteriak melihat tipuan itu. Bila tipuan itu asli, segeralah berkata 'Tolong, penggenap' 3x.
    Kalian semua sudah mengerti sekarang. Bila kalian melanggar diantara atau semua peraturan tersebut, kalian akan mendapat kesialan, kecelakaan, dan maut. Maka tepatilah peraturan tersebut!"

    "Fiuhhh... Capek banget bacanya...."
    Kataku

    "Iya, ya,"
    Sahut Nada

    ***

    #PagiHarinya#

    "Ah... Segar..."
    Gumam Jane sambil mencuci muka

       Jane mematikan keran air. Baru berjalan 5 langkah, tiba-tiba.... Keran air menyala kembali. Padahal Jane tak pernah menyalakannya. Deg. Mungkin……Tipuan. Ya, benar, itu tipuan. Tidak ada cahaya disekitarnya.

    "Jane"
    Panggil seseorang

    "Apa? Eh, Nada ya? Mau ngapain?"
    Tanya Jane pada Nada

    "Ke toilet"
    Jawab Nada singkat

    "Oh"
    Jawab Jane kembali

    ***

    "Makanannya enak ya,"
    Gumamku

    "Eh Nada, tadi pagi, tumben kamu bangun pagi, ke toilet."
    Tanya Jane

    "Hah? Seingatku, aku nggak pernah ke toilet. Jam 08.00 sih, tapi mandi."
    Jawab Nada

    "Apaaa?!? Wah, pasti itu si penggenap."
    Ucap Jane

    "Oooh, pasti, kalo bukan siapa lagi,"
    Kata Nada

    ***

       Kami sudah merebahkan diri di kasur masing2. Tapi Geby ingin mengambil makanan di kulkas.

    "Wafer, Susu, hmmm itu aja deh"
    Gumam Geby

    Brakk.. Krakk..

    "Heh? Ooo.. Linda ya.. Tumben kamu pengen ngemil...

       Linda 'penggenap' tidak berkata sepatah kata pun.

    #DiKamar#

    "Li... Linda..... Kamu tadi ngambil makanan di kulkas ya??"
    Tanya Geby terbata-bata padaku

    "Enak aja, nuduh orang ngambil makanan sembarangan…!"
    Jawabku membentak

    "I... Iya kok... Peng... Penggenap.. Pastinya..."
    Gumam Geby

    ***

    "Lalala...."
    Senandung Nada sambil berlari pagi

       Baru kali ini ia bangun pagi, jadi ia mencoba untuk berlari pagi.

    "Hai Lilaa.. Kamu lari pagi juga ya…"
    Gumam Nada

    "Pagi"
    Jawab Lila

       Wajahnya terlihat aneh, ia sangat lemah, tidak seperti biasanya. Padahal ia selalu semangat.

    #SetelahLariPagi#

    "Lil, enak banget yah, lari tadi pagi..."
    Tanya Nada pada Lila

    "Hehh?? Kamu ngayal yah? Aku kan bangun jam 07.30,"
    Jawab Lila

    "Aaa... Aha! Berarti itu penggenap...."
    Sahut Nada, rasa takutnya sudah hilang dari dirinya

    "Sudah semua kan? Berarti ini yang terakhir... Mungkin... Sudah tidak ada lagi..."
    Ucapku senang

    "Tidak secepat itu,"
    Ucap seseorang

    "Penggenap? Kaukah itu?"
    Tanyaku

    "Ya, benar"
    Jawabnya

    "Kalian tidak ingat? Masih ada tipuan2 yang menghantui kalian... Dan, jika kalian berhasil menemukan yang asli... Kalian akan berhasil lolos dari sini..."
    Kata si penggenap

    "Terima kasih, penggenap.."
    Ucapku pada penggenap itu..

    ***

    "Seger banget nih... Mandi..."
    Gumamku

       Tess... Tess...
    Ada yang menetes. Apakah itu?

    "Da.. Darah... Tidak apa-apa.."
    Ucapku

       Aku memperhatikan lebih jelas. Ternyata benar adalah tipuan. Tidak ada cahaya sama sekali di sekitarnya...
       Aku pun keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian.

    #DiKamarPenggenap#

    "Penggenap, aku ingin bertanya, berapa kalikah tipuan itu muncul?"
    Tanyaku

    "Kemungkinan... 3 kali..."
    Jawab si penggenap

    "Oh... Terima Kasih.."
    Ucapku

       Aku pun berlari dari kamar tersebut. Aku segera memberitahukan teman2 ku bahwa jika melihat tipuan menyeramkan, yang tanpa cahaya disekitarnya, jangan berteriak.
       Teman2 ku hanya ber'oh' dan 'oke'.

    ***

    "Aku masak dulu yah,"
    Tanya Geby pada kami

    "Boleh"
    Sahut kami

       Cshhh....

       Trekk.. Krekkk...
    Pisau2 menancap di tembok dapur. Sontak saja Geby kaget tanpa berteriak dan mengatakan.

    "Tolong, penggenap, tolong penggenap, tolong, penggenap."
    Ucap Geby sambil menangis

       Tak lama kemudian, pisau pun menghilang dari dinding. Isakan Geby pun berhenti. Ia kembali ke kamar.

    "Geby? Kok kayak habis nangis?"
    Tanyaku pada Geby

    "Iya... Aku menangis bahagia dan ketakutan... Ketakutan itu.... Tadi ada pisau menancap di dinding dan bercahaya... Bahagia itu... Tipuan sudah berakhir..."
    Jawab Geby

    ***

       Hari ini terakhir kami berlibur. Selanjutnya? Kami akan jalan2 bersama keluarga dan dirumah. Kami tidak akan melupakan pengalaman ini, selamanya. Kami sangat senang dan bahagia sekarang.

    ***TAMAT***



    Gimana? Gaje yah?Aku juga pusing waktu buatnya. Masih pemula bikin cerpen sih, hehehe.

    Label:

    Blogger Unknown mengatakan...

    Wah, bagus banget cerpennya. Di asah lagi ya bakatnya. Semoga nantinya bisa jadi penulis, Aamiin...!!! ;)

     
    Blogger Alin mengatakan...

    Makasih :)

     

    Posting Komentar


        |